Kesehatan

Intervensi Stunting Berlanjut, Sinergi Lintas Sektor Bantu Hadirkan Generasi NTB Lebih Sehat

Lombok Timur (30/07) – Pemerintah Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Intervensi Cegah Stunting di Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya mewujudkan generasi NTB yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari peluncuran Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang sebelumnya telah diselenggarakan pada 2 Juli 2026 di wilayah yang sama.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri., MM., MARS., bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Ns. H. L. Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep., dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si.., hadir mendampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, dalam kegiatan ini.

Berbagai intervensi kesehatan yang diselenggarakan melalui kegiatan ini menyasar ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting, dan diberikan melalui pelayanan Posyandu, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, edukasi gizi seimbang, serta penyuluhan mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, turut diselenggarakan Lomba Balita Sehat yang bertujuan memberikan apresiasi kepada keluarga yang berhasil menerapkan pola pengasuhan, pemenuhan gizi, dan pemantauan kesehatan anak secara optimal. Selain menjadi ajang edukasi, lomba ini juga menjadi media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga status gizi dan tumbuh kembang anak sebagai investasi bagi masa depan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Sinta, sapaan akrab Ketua TP PKK NTB, mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung gerakan percepatan penurunan stunting melalui peran aktif keluarga, kader, dan seluruh pemangku kepentingan. Upaya pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, tetapi memerlukan kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan masyarakat agar hasil yang dicapai lebih optimal dan berkelanjutan.

Dr. dr. Fikri selaku Kepala Dinas Kesehatan NTB juga menegaskan bahwa Dinas Kesehatan akan terus memperkuat intervensi spesifik dan sensitif melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, penguatan Posyandu, edukasi masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi yang kuat, diharapkan angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat terus ditekan sehingga lahir generasi yang sehat, unggul, dan siap menyongsong NTB Makmur Mendunia.

Sumber: dinkes.ntbprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *